<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fikiranku Harus Kusampaikan, Kawan..</title>
	<atom:link href="http://vien16.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vien16.wordpress.com</link>
	<description>Belajar, Tumbuh dan Berkembang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 12:21:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vien16.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/51951222da13b3bd7d9075bbd4547b3b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Fikiranku Harus Kusampaikan, Kawan..</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vien16.wordpress.com/osd.xml" title="Fikiranku Harus Kusampaikan, Kawan.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://vien16.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Langit Senja Kita</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2012/01/11/langit-senja-kita/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2012/01/11/langit-senja-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 12:25:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[adzan]]></category>
		<category><![CDATA[langit]]></category>
		<category><![CDATA[magrib]]></category>
		<category><![CDATA[sms cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[“Met magrib chyank, do’a slalu bwt qta, do’a jg bwt keluarga qta, do’a untk stiap orang yg qta sayangi.. jaga diri ayank dsana baik2..sayang ma ayank..luph u” Sms itu yg aku dapat setiap kali langit senja hampir padam, ketika adzan mulai berkumandang.. iya setiap kali.. setiap hari. Hanya itu sementara tautan halal antara engkau dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=430&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">“Met magrib chyank, do’a slalu bwt qta, do’a jg bwt keluarga qta, do’a untk stiap orang yg qta sayangi.. jaga diri ayank dsana baik2..sayang ma ayank..luph u”</p>
<p style="text-align:justify;">Sms itu yg aku dapat setiap kali langit senja hampir padam, ketika adzan mulai berkumandang.. iya setiap kali.. setiap hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya itu sementara tautan halal antara engkau dan aku., tautan yang bisa kita tembus ketika mawar-mawar yang kita tanam mulai kuncup., mulai merah menyala, tetapi belum mekar dan <span id="more-430"></span>kita masih menunggu dengan setia.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku lelah” bisikmu suatu ketika.</p>
<p style="text-align:justify;">“kenapa?” tanyaku, sapaan sepiku menembus sekat jarak yang kini terbentang.</p>
<p style="text-align:justify;">“aku harus hidup dalam dua tanggung jawab yang besar.. Mengejar masa depan, dan melakukan kewajiban.. aku lelah jasadku di sini, tetapi hatiku jauh di sana” jawabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“hmm.. sayang, mendekatlah kesini, sandarkan bahumu di pangkuanku, biarkan aku mengusir resahmu bersama belaian lembut jemariku di tiap helai rambutmu” pintaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau mendekat, engkau menyandarkan kepala di pangkuanku, engkau memejamkan mata, mengatur tarikan nafas, mencoba menjatuhkan setiap sesak yang berati  kepalamu, berati bahumu, berati langkahmu, berati hatimu yang rapuh.. setitik.. setitik.. setitik.. pelan tapi pasti.</p>
<p style="text-align:justify;">“sayang, aku dan kamu memiliki impian yang indah, saatnya nanti masa depanmu adalah masa depan keluarga kecil kita, kewajiban yang engkau jalani hari ini juga ladang kebahagiaan bagi rumah tangga kita.. jangan menghentikan keduanya kekasih, terus berjalan karena waktu tak bisa menunggu, karena kesempatan tak datang dua kali” suaraku mengiringi angin berdesir pelan, engkau menatap.. begitu teduh.</p>
<p style="text-align:justify;">“tetapi, dalam perjalanannya aku tak bisa selalu menyeimbangkan langkah, ada saatnya aku lebih mengutamakan yang satu dibanding yang lain” engkau berbicara sepelan hembusan nafas-nafas kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tersenyum, mencoba bukan menjadi pendengar.. tetapi mengisi hatimu yang sedang hampa, “semoga konsekuensi tersebut tidak mengurangi kemaslahatan bagi kita dan mereka”.</p>
<p style="text-align:justify;">Engkau diam, aku juga diam.. dan waktu terus berjalan,.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=430&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2012/01/11/langit-senja-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Kita</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2012/01/07/cerita-kita/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2012/01/07/cerita-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 18:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kita]]></category>
		<category><![CDATA[lelaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Minggu 01.30 WIB.. Baru saja niat mau nutup laptop, terus beranjak lelap.. ketika engkau mengirimkan pesan singkat untuk turut membaca catatan kecil di profil FB mu.. Seperti biasa ada semangat saat aq tau engkau menulis sebuah tulisan, sengawur-ngawurnya tulisan yang kamu buat, aq selalu menemukan nuansa lain yang tidak aq temukan bahkan di tulisan-tulisan penulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=411&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Minggu 01.30 WIB.. Baru saja niat mau nutup laptop, terus beranjak lelap.. ketika engkau mengirimkan pesan singkat untuk turut membaca catatan kecil di profil FB mu.. Seperti biasa ada semangat saat aq tau engkau menulis sebuah tulisan, sengawur-ngawurnya tulisan yang kamu buat, aq selalu menemukan nuansa lain yang tidak aq temukan bahkan di tulisan-tulisan penulis profesional yang lain (hehe..).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kali ini jauh berbeda, di tengah keterbatasan daya imajinasinya (dia bilang karena sekarang jarang digombali hehe..), dia mencoba menghidangkan pesanan seseorang yang ingin tau cermin hidupnya dari kacamata &#8220;sang kebebasan&#8221;, dari kacamata &#8220;sang keacuhan&#8221;,. iya dari dia &#8220;sang ketidakpedulian&#8221;..</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mengingat hal tersebut merupakan tonggak sejarah pengakuan seorang wanita, wanita biasa yang terbungkus dengan gaya tulisan slenge&#8217;an nya yang khas, wanita biasa yang aq lebih senang berbicara dengan jemarinya daripada dengan mulutnya, yang aq senang bicara dengan tulisannya daripada dengan suaranya.. maka aq minta izin kepadanya untuk meng-copas catatan FB nya untuk aq nikmati di ruang kamarq ini..</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Cuma bisa bilang &#8220;terimakasih banyak&#8221; atas hasil karya nya dan izin share ny  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p style="text-align:justify;">=====</p>
<h2 style="text-align:justify;">CERITA QT</h2>
<p style="text-align:justify;">oleh : Dwi Arisepta. pada 8 Januari 2012 pukul 1:01</p>
<p style="text-align:justify;">Hhh, lagi2 Kau memintaq menulis tentangmu. Brulang kali. Dan ini, u/ yg kesekian kalinya, aq pun brkata &#8220;ya&#8221;.</p>
<p>Hmm.. Kau tau lelaki? Sbnrnya aq tak suka, krn it akan membuatq rindu padamu. Mengingatmu. Aq pun benci. krn it akan ingatkan aq pda masa2 it. Masa saat kau masih menggenggam jemariq. <span id="more-411"></span>Dan masa saat kau,aq, mash mjd qt.</p>
<p>2bl, 3bl, waktu yg qrasa trlampau singkat u/ jath cnta. Yeah, aq jth cinta padamu. Aarrghh, mencintaimu, it dluar skenarioq. Bgian it tak pernah hadir dlm versiq. Sgt menyeblkan memang, harus trjebak dlm crita yg aq buat sndiri. Hh, Entah sjak kapan rasa it ad. Diam2 menyusup ke celah hati yg sdang lengah. Huft, mgkn, saat Aq sdh mlai trbiasa dgmu ya. Trbiasa dg laku lembut dan mesramu. Juga trgoda oleh rayuan2 mautmu. Puisi2 indahmu it. Hei, qrasa kini Aq mulai merindukanya. Haha. Krn diantara smua nama,hny kau yg memberiq puisi cinta,kekasih. Krn Hanya kau yg tkang gombal.hehe ^_^<br />
Hmm, puisi cintamu kala it, kau ingat??</p>
<p>Hei, Ingat tdk??</p>
<p>Ah, sepertinya kau lupa. Sudahlah kalo bgt. Lupakan. Krn aq sndripun tak ingat. Hehehe.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Dan saat tiba dujung malam,Gerimis brbisik lirih padaq.. &#8220;kau, mencintainya&#8221;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Maaf, bkan mksd hati, tp yg ksimpen dkotak memori cm bait trakhr, dpan2ny g hafal. Hehe. Maaf ye. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw, Gombal?? Yaaaa.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Tulus?? Ah,aq tak tau. Aq lupa brtanya padamu wkt it. Mgkin tidak. Tp mgkin sj iya. Haha. Bnar2 tak peduli rupanya driq. Krn aq suka. Sangat suka. Puisi cinta, indah, pertama, dan it darimu. Hehe..</p>
<p>Hmm.. Yaa, inilah crta qt. Singkat, tak jelas pula. hehe. Tp qt tetap punya cerita. Yg berbeda. Dan sampai saat inipu, tnpa ragu aq brkata : Hei lelaki, ini sejarah Qt. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Cheers Up<br />
Dui.. ^_^</p>
<p>Hey you..</p>
<p>yeah you</p>
<p>It&#8217;s 4 u<br />
 <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=411&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2012/01/07/cerita-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup itu menjalani hari demi hari</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/12/15/hidup-itu-menjalani-hari-demi-hari/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/12/15/hidup-itu-menjalani-hari-demi-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 13:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang sahabat di acara wisuda sarjana dan Diploma Universitas Trunojoyo bertanya padaku “Pin, bagaimana engkau akan melalui hidup setelah ini?” Aku jawab “aku akan melalui hari demi hari”. Hhh., terus berjalan, hanya itu yang kita tahu, karena kita belum menjalani hari esok maka kita tidak tahu apa yang akan kita temui. Tetapi setidaknya hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=384&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://vien16.files.wordpress.com/2011/12/berjalan-pagi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-385" title="Berjalan pagi" src="http://vien16.files.wordpress.com/2011/12/berjalan-pagi.jpg?w=150&#038;h=135" alt="" width="150" height="135" /></a>Ketika seorang sahabat di acara wisuda sarjana dan Diploma Universitas Trunojoyo bertanya padaku “Pin, bagaimana engkau akan melalui hidup setelah ini?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku jawab “aku akan melalui hari demi hari”.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hhh., terus berjalan, hanya itu yang kita tahu, karena kita belum menjalani hari esok maka kita tidak tahu apa yang akan kita temui. Tetapi setidaknya hidup kita adalah hari ini, dan esokpun akan segera menjadi hari ini beberapa saat lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap saat ketika aku menjalani hari ini, aku bertanya <em>“apa sebenarnya yang aku cari?”, “apa yang aku kejar?”, “apa yang aku perjuangkan?”, apa yang ingin aku raih?”</em>, jawabannya selalu tidak pasti. Aku jawab <em>“untuk hari esok yang lebih baik…”</em> <span id="more-384"></span>sementara aku tidak tahu hari esok milik siapa.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari ini aku lelah, terus berjalan. Tetapi aku tetap nggak bisa tinggal terlalu lama pada hari ini yang akan segera berganti menjadi hari kemarin, aku masih harus menempuh hari esok yang selalu berganti jadi hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Hmm, tetapi aku lelah.. sementara waktu tak bisa menunggu. Aku mengerjakan sesuatu sebelum datang sesuatu yang lain. Aku mencoba menyelesaikan sesuatu untuk memulai sesuatu yang lain, aku menjalani hari ini untuk segera memulai hari ini yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat aku terkenang sahabat lamaku, ingin aku duduk berbagi secangkir kopi di remang Pelabuhan Timur sambil menikmati kerlip lampu Surabaya seraya bertanya padanya “<em>Kawan, bagaimana engkau melalui hari setelah waktu itu? Aku disini masih menjalani hari demi hari”.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=384&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/12/15/hidup-itu-menjalani-hari-demi-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vien16.files.wordpress.com/2011/12/berjalan-pagi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Berjalan pagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Adalah Miniatur Alam Semesta (Catatan KMD Nasional bagian 1)</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/11/08/kita-adalah-miniatur-alam-semesta-catatan-kmd-nasional-bagian-1/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/11/08/kita-adalah-miniatur-alam-semesta-catatan-kmd-nasional-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 18:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[KMD]]></category>
		<category><![CDATA[Kwaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kwarcab]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[Saka]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[“Sama seperti manusia, ketika kaki sakit maka tangan yang mengusap, lidah yang mengaduh, mata yang menangis, hati yang merasa, otak yang berfikir bagaimana cara menyembuhkannya.. tak pernah ketika kaki kena penyakit lalu kita langsung potong dan buang. Saling menjaga dan merasakan satu sama lain. Begitu juga alam dan kehidupan, satu sama lain saling membutuhkan, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=371&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><em><a href="http://vien16.files.wordpress.com/2011/11/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-372" title="images" src="http://vien16.files.wordpress.com/2011/11/images.jpg?w=460" alt=""   /></a>“Sama seperti manusia, ketika kaki sakit maka tangan yang mengusap, lidah yang mengaduh, mata yang menangis, hati yang merasa, otak yang berfikir bagaimana cara menyembuhkannya.. tak pernah ketika kaki kena penyakit lalu kita langsung potong dan buang. Saling menjaga dan merasakan satu sama lain. Begitu juga alam dan kehidupan, satu sama lain saling membutuhkan, bahkan ketika ada sesuatu hal yang salah tidak lantas dibuang dan ditumpas, melainkan dirangkul untuk dibenahi bersama. Kecuali apabila penyakit itu sudah kronis, dan akan menjalar kebagian lain, maka terpaksa harus diamputasi.. harus ditumpas.,”</em></strong>  Begitu kira-kira yang dikatakan Pak Usep Komarudin, Ketua Kelompok kami dalam KMD (red : Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Dasar) Nasional ketika kami baru saja menyelesaikan Tugas Peta Pita di Area Kodim 0613 Kabupaten Ciamis. Beliau adalah Anggota Kodim 0613 yang bertugas sebagai Komandan Rayon Militer Cisaga dan kebetulan saat ini menjadi peserta KMD Nasional bersama kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama kurang lebih 1 minggu (28 Oktober-02 November 2011) 100 orang peserta, terdiri dari Utusan Kwartir Ranting, Saka Bhayangkara (Utusan Kepolisian), Saka Wirakartika (Utusan TNI), Utusan dari Lembaga Pemasyarakatan, Utusan DKC, Utusan Dinas-Dinas (Saka Kencana, Saka Wanabakti dll) mengikuti kegiatan KMD yang berpusat di Aula Kwarcab Ciamis dan Aula Kodim 0613, sebuah pemandangan yang luar biasa yang <span id="more-371"></span>membangkitkan kebanggaanku pada PRAMUKA,. Ini mungkin tidak asing bagi kawan-kawan aktifis kepramukaan, tapi bagiku sebuah pengalaman menarik tentang semangat kepanduan. Teman-teman peserta dari lintas pekerjaan dan jabatan, dari beragam seragam dan kepangkatan, berbalut menjadi satu “seragam pramuka”. Sebuah kebersamaan yang terlalu istimewa buatku.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain materi-materi inti, disela kegiatan banyak perbincangan menarik tentang kehidupan, maklum beliau-beliau diterpa pengalaman yang jauh lebih hebat. Seperti halnya perkataan Pak Usep di atas ketika kami berbincang santai di serambi mesjid kodim tentang kesatuan NKRI.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara tentang alam dan kehidupannya, maka kita berbicara tentang wujud manusia, manusia dan alam terdiri dari satuan-satuan kecil yang berbeda jenis dan fungsinya, dan semuanya memiliki peran yang penting, menyatu menjadi sebuah sistem yang utuh, tidak adak satu saja satuan terkecil tadi, maka tubuh kita tidak utuh dan cacat serta sistem tidak akan berjalan optimal. Dalam tubuh manusia satuan terkecil itu berupa tetesan darah, potongan daging, lembaran kulit, jari,  kaki, tangan, rambut dan bagian tubuh lainnya, maka dalam kehidupan satuan terkecil itu adalah aku, kamu, dia, ini, itu, makhluk hidup, makhluk tidak hidup dan bagian alam lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kita bisa, hanya menaiki kursi berangkat dari satu tempat ke tempat lain?? Tidak kawan, bukan hanya kursi yang kita perlukan, melainkan besi, kaca, ban, bensin, mesin serta hal lain yang kita satukan membentuk sebuah sistem yang kita beri nama “mobil”. Dan yang unik, kursi juga ternyata terdiri dari potongan kayu, paku, busa, kulit, yang apabila tidak ada satu saja maka tidak akan menjadi “kursi” yang utuh. Belum selesai kawan, potongan kayu juga memerlukan satuan lain seperti gergaji untuk memotong, petani untuk menanam benih kayu, pupuk untuk membuatnya subur, tanah sebagai tempat menanam, air untuk menyiram dll. Lalu apakah pupuk satuan terpisah?? Tidak dia juga terdiri dari satuan-satuan kecil yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu elemen membutuhkan elemen lain, satu sistem memerlukan sistem lain. Ketika ditanya, mana yang disebut “manusia”?, kita tidak bisa menunjukan dada saja, tidak menyodorkan tangan saja, kepala saja, tetapi gabungan dari seluruh bagian badan kita dari yang terlihat secara fisik maupun yang tidak terlihat, baik yang jasmani maupun rohani.. Karena kesatuan utuh itulah yang dinamakan “manusia”.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada khakikatnya, Manusia adalah miniatur alam semesta. Ketika manusia tidak sempurna apabila salah satu bagian tubuhnya tidak ada, maka begitu juga dengan alam, sistem kehidupannya tidak akan berjalan optimal ketika salah satu dari satuan terkecilnya rusak dan hilang. Tidak ada hal lain yang HARUS kita lakukan, selain saling menjaga, saling menghargai, saling memberi dan menerima satu sama lain,kita tidak lebih penting daripada orang lain, kita tidak lebih penting daripada barang dan benda lain, tetapi kita, orang lain dan benda lain memiliki fungsi yang sama-sama penting dalam mewujudkan sistem alam semesta.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>…bersambung.</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=371&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/11/08/kita-adalah-miniatur-alam-semesta-catatan-kmd-nasional-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vien16.files.wordpress.com/2011/11/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Buat Presiden (Dongeng indah dari pejuang kehidupan)</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/10/25/surat-buat-presiden-dongeng-indah-dari-pejuang-kehidupan/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/10/25/surat-buat-presiden-dongeng-indah-dari-pejuang-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 11:55:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[Kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Surat]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/2011/10/25/surat-buat-presiden-dongeng-indah-dari-pejuang-kehidupan/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Yth, Bpk Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia Kesejahteraan untuk bapak dan segenap keluarga di Istana. Mungkin bapak kaget menerima coretan kecil dari hamba, atau menganggapnya sebagai tulisan tanpa arti, sehingga dilirikpun tidak apalagi diterima dengan senyum tulus lalu di bawa ke ruang kerja Bapak, mengumpulkan para menteri terkait dan memberi intruksi untuk membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=367&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kepada Yth, <strong>Bpk Susilo Bambang Yudhoyono</strong><br />
Presiden Republik Indonesia</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kesejahteraan untuk bapak dan segenap keluarga di Istana.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin bapak kaget menerima coretan kecil dari hamba, atau menganggapnya sebagai tulisan tanpa arti, sehingga dilirikpun tidak apalagi diterima dengan senyum tulus lalu di bawa ke ruang kerja Bapak, mengumpulkan para menteri terkait dan memberi intruksi untuk membuat hamba jadi kaya raya dan terkenal. Tidak Bapak, hamba tidak selancang itu, ini hanya celoteh sebaris kehidupan rakyat Bapak, tak apalah jika Bapak terlalu sibuk dan membiarkan surat hamba menjadi tulisan yang usang, terinjak dan robek, lalu terbang terbawa angin entah kemana.</p>
<p style="text-align:justify;">Maaf hamba lancang Bapak, jangan karenanya Bapak bermuram durja, lalu menyuruh PasPamPres, KPK, BIN, Polisi, Tentara atau kekuatan Bapak yang lain untuk melacak siapa hamba, terus menangkap hamba, memasukkan hamba ke penjara pengap bersama maling-maling ayam, atau ke penjara yang mewah bersama tuan-tuan koruptor yang terhormat. Hamba sudah cukup hidup dalam penjara kehidupan, setiap harinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak SBY yang hamba hormati, jika Bapak bertanya siapa hamba, <span id="more-367"></span>hamba juga bingung menjawabnya, hamba lahir dari perih dan getirnya negeri Indonesia, sejak lahir hamba tak pernah tahu wajah ayah dan ibu hamba, namapun hingga hari ini hamba tidak tahu, hanya orang-orang di sekitar hamba memanggil hamba Anak Jalanan sampahnya kehidupan, yang dicibir kebanyakan orang, hanya sebagian kecil berhati malaikat yang trenyuh dengan kehidupan hamba, itu juga sekedar menatap, selebihnya mereka berlalu di balik mobil mewahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak SBY yang hamba hormati, hamba tak peduli dengan pergantian menteri dan kabinet yang Bapak pimpin, hamba juga tak peduli dengan banyaknya undang-undang yang dibahas di Senayan, tak apalah Bapak Siapapun Menterinya, apapun Undang-undangnya, hamba hanya butuh makan Pak untuk hari ini, perut kecil hamba sudah tiga hari ini tidak terisi nasi, sudah tiga hari ini hamba tidur dalam lapar. Tetapi Bapak tidak usah khawatir, sekiranya Bapak sibuk memikirkan kompaknya partai koalisi Bapak tak apalah Pak tidak memperhatikan hamba, hamba masih bisa mengais sisa makanan orang di tong sampah sudut-sudut jalan kota ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak SBY yang hamba hormati, hamba ingin bisa belajar Pak, tetapi tak perlu Bapak bangun gedung mewah untuk hamba sekolah, tak perlu bapak memikirkan seragam untuk hamba, hamba juga tak peduli dengan uang BOS dari Bapak, hamba hanya mohon jangan biarkan SatPol PP yang terhormat mengobrak-abrik kardus-kardus yang kami susun di kolong-kolong jembatan, karena di sana kami sekolah Pak. Tenang pak, kami tak ingin jadi orang yang pintar, cukup bagi kami bisa menulis, membaca dan menghitung sederhana, hamba tidak ingin jadi orang pintar pak, setelah jadi pintar hamba takut tidak kuat menahan godaan korupsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak SBY yang hamba hormati, hamba sering dengar bahwa negeri ini adalah tanah air yang kelak akan diwariskan pada kami. Bapak, apakah hamba termasuk ahli waris itu? Lalu apa yang akan hamba dapatkan Pak? Apakah istana yang kini ditempati Bapak? Apakah mobil yang plat nomernya RI 1?Apakah Sepatu yang Bapak pakai? Ah.. hamba tahu itu tidak mungkin Pak, hamba tahu diri, hamba hanya ingin jalanan kota ini aman untuk hamba mengais rezeki, menyambung nafas Pak, hamba ingin panjang umur, setidaknya hamba ingin tahu sejauh apa negeri ini menyayangi hamba.</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, sekali lagi tak usah Bapak risau.. hamba bukan teroris, hamba bukan demonstran.. hamba hanya rakyat Bapak, yang terkadang (atau mungkin sampai saat ini) Bapak lupakan.</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">Salam Hormat<br />
Hambamu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=367&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/10/25/surat-buat-presiden-dongeng-indah-dari-pejuang-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Secarik Yang Terkenang</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/09/30/secarik-yang-terkenang/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/09/30/secarik-yang-terkenang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 11:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[kereta]]></category>
		<category><![CDATA[pergi]]></category>
		<category><![CDATA[terkenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Di Sebuah Malam Gerimis malam ini, tetapi besok pagi aku harus pergi, meninggalkannya disini, meninggalkan kekasih tercinta, tumpuan segala rasa, demi sebuah asa yang masih samar yang kuberi nama MASA DEPAN.  “Sayang yah, bulan tidak menemani kita malam ini” ucapnya lirih, pandangannya melihat langit kelam dari balik tirai kaca yang terbuka. Aku memandangnya, kulihat hatinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=360&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Di Sebuah Malam</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Gerimis malam ini, tetapi besok pagi aku harus pergi, meninggalkannya disini, meninggalkan kekasih tercinta, tumpuan segala rasa, demi sebuah asa yang masih samar yang kuberi nama MASA DEPAN.</p>
<p style="text-align:justify;"> <em>“Sayang yah, bulan tidak menemani kita malam ini”</em> ucapnya lirih, pandangannya melihat langit kelam dari balik tirai kaca yang terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku memandangnya, kulihat hatinya seberat perasaan yang sedang aku rasakan <em>“iya, de besok aku&#8230;”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Pergi?..”</em> suaranya memotongku, dia tersenyum tapi matanya semakin sendu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Hhhh&#8230;”</em> kuhela nafas, mencoba mengeluarkan segala yang menyesakkan dada ini. <em>“he em, ade ikhlas?”</em> tanyaku.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Aku tak punya alasan untuk tidak ikhlas a”</em> jawabnya pelan, mencoba memperlihatkan ketenangan, walau usahanya itu semakin memperlihatkan kegelisahannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maafkan aku de”</em> kugenggam tangannya, <span id="more-360"></span>sangat erat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Untuk?”</em> suaranya semerdu gerimis di luar jendela.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Aku pergi bukan karena rasa cintaku padamu terbatas, aku pergi karena ini jalan yang harus aku tempuh, banyak yang harus kuwujudkan de, 19 tahun kampung ini menimangku dari kecil hingga hari ini, dan kelulusan di SMA kita tadi siang menjadi alasan terakhir aku tinggal”</em> kutunggu dia bicara, tapi dia masih larut dalam diamnya. <em>“Berat rasanya aku meninggalkanmu de, tapi ini jalannya, kuharap meski jarak memisahkan raga kita, engkau akan tetap menjaga keutuhan cinta yang kita susun selama ini”</em> kataku, masih kugenggam jemarinya, jemari yang kurasa teramat lembut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Iya a, aku janji.. Aku akan menunggumu kembali” </em>dia tersenyum, kembali kulihat senyum yang begitu dipaksakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di luar gerimis masih setia menari, malam semakin larut, dan kukecup keningnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sela gerbong kereta yang tengah melaju pasti, kubuka amplop biru yang sedari tadi kugenggam, secarik kertas putih dan tulisan tangannya kutatap lekat.</p>
<p style="text-align:right;"><em>Ciamis, 29 September 2011</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Dear A Raka&#8230;</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Jiwa yang teramat kucintai.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sungguh berat rasanya harus melepasmu pergi, karena setelah malam ini, seluruh malam hanya ada sunyi dan sepi, hanya seorang diri dalam gelap jagat, seorangpun tiada tempat menyangkutkan jerit hati.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tapi aku sadar, tak mungkin juga keegoisan ini mampu menahanmu untuk tidak pergi, karena bagaimanapun juga engkau harus tetap pergi demi segala cita-cita dan masa depanmu, dan aku yakin ada hikmah besar di balik semua ini.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan saat ini izinkanlah aku sekedar ungkapkan kata maaf, karena aku terlalu banyak menuntut darimu, terlalu ingin masuk ke dalam kehidupan pribadimu, dan terlalu egois hingga sampai saat ini belum mampu fahamimu sepenuhnya.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Padahal aku sendiri sampai saat ini belum mampu memberi yang terbaik bagimu, belum mampu membuatmu tersenyum bangga dan bahagia, bahkan yang ada aku selalu menuntutmu untuk yakin dan faham akan ketulusan rasa ini, meski itu karena ku terlalu takut kehilangan sosokmu.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku juga sangat berterima kasih atas segala cinta kasih, pengorbanan, kepercayaan, kebanggaan, serta segala yang engkau berikan, kuharap rasa itu tetap ada untukku, kapanpun dan dimanapun engkau berada.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Namun harapan tetaplah harapan, segalanya ada pada dirimu, dan aku tak mampu paksakan harapan itu, karena kusadar sepantasnyalah engkau mendapatkan kebahagiaan, mendapat yang lebih dariku, bahkan yang terbaik. Akupun rela dan dapat terima, karena kusadar atas segala kekurangan yang kumiliki.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Akhirnya kuucapkan selamat jalan, semoga tercapai segala cita-citamu, dan ku hanya mampu berikan doa semoga Tuhan senantiasa melindungi dan menjagamu.</em></p>
<p style="text-align:right;"><em> Salam Sayang Selalu</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Deasri Arisma-mu</em></p>
<p style="text-align:justify;"> Di sela gerbong kereta yang tengah melaju pasti, kudekap suratnya, kudekap jiwanya, dan tak pernah kulepas kembali.</p>
<p><code></code></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/360/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/360/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/360/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=360&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/09/30/secarik-yang-terkenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nostalgia SMA Kita</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/09/20/nostalgia-sma-kita/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/09/20/nostalgia-sma-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 09:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta SMA]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Hanya bel pulang yang aku tunggu saat pelajaran jam terakhir ini sedang berjalan, bukan karena aku lapar dan secepatnya ingin sampai di rumah, atau bukan karena aku jenuh dengan soal trigonometri yang sedang dikerjakan teman di papan tulis tapi karena dia,. Iya.. seseorang yang aku temukan kembali dari masa lalu, seseorang yang kembali menawarkan hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=356&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hanya bel pulang yang aku tunggu saat pelajaran jam terakhir ini sedang berjalan, bukan karena aku lapar dan secepatnya ingin sampai di rumah, atau bukan karena aku jenuh dengan soal trigonometri yang sedang dikerjakan teman di papan tulis tapi karena dia,. Iya.. seseorang yang aku temukan kembali dari masa lalu, seseorang yang kembali menawarkan hati untuk aku singgahi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagiku saat ini, itulah wujud cinta sejati. Tiap pagi datang, sepeda motor tua warna merah aku hentikan di depan rumahnya, saat dia keluar dari pintu dengan senyuman manis lalu menyapa lembut “hai” katanya, saat itu naluri kesombonganku menjadi rapuh, menjadi tidak bermakna apa-apa. Dan pagi itu aku kembali berangkat ke sekolah bersamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagiku saat ini, itulah wujud cinta sejati. Ketika istirahat kedua tiba kulangkahkan kaki menuju kelasnya, kelas 3 IPA ku tak jauh dari kelasnya, hanya terhalang beberapa ruangan, tetapi ketika aku di kelasku dan ia di kelasnya beberapa ruangan itulah yang membuatku teramat merindukannya. Ketika sampai di depan kelas, dia tersenyum manja lalu aku duduk di sebelahnya, di tengah teman-teman kelasnya yang sedang istirahat, selama duduk kuhabiskan waktu untuk membahas hal sepele, seperti tadi belajar apa? Koq nggak jajan? Nanti ekstra atau nggak? Waktu itu, hal tersebutlah yang menurutku begitu penting untuk dibicarakan, karena memang fikiran kami tak sampai untuk membahas lowongan kerja? Berapa gaji yang diinginkan? Apa strategi partai untuk menang pemilu? Atau strategi apa untuk lulus test PNS? Selebihnya, kami hanya senyum-senyum menikmati 30 menit waktu istirahat ini berlalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagiku saat ini, <span id="more-356"></span>itulah wujud cinta sejati. Tak peduli kata orang cinta SMA cinta monyet, cintanya anak-anak remaja, cinta yang sepele, cinta yang sederhana.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Bagus Nani, jawabanmu betul.. selanjutnya no 3 coba kerjakan Man”</em> kata Pak Agus, guru matematika ku, perkataannya membuyarkan lamunanku tentangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelas sepi kembali, Maman di depan kelas tengah memindahkan rentetan tulisan di buku usangnya ke papan tulis, dan hujan mulai turun… teman-teman resah, aku juga. Teman-teman resah karena hujan akan membuat kami susah untuk pulang, aku resah karena bel masih belum berbunyi dan kami belum bisa bertemu.</p>
<p style="text-align:justify;">40 menit berlalu, bel berbunyi.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Setelah pelajaran berakhir, mari kita berdoa. Berdoa.. mulai….. selesai… beri salam…!!!”</em> kata-kata Didin, ketua kelas kami menutup rangkaian pelajaran hari ini, dan bagiku menutup penantian untuk bertemu dengannya siang ini, di tempat biasa, parkiran sepeda motor siswa.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“hai, lama nunggu?”</em> terdengar suara yang khas, suara bersama simpulan senyum yang terindah yang kumiliki.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“nggak, baru koq. Ujan, mau nunggu reda atau langsung?”</em> Ku tatap matanya, ia memang cantik, fikirku.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“tunggu ja sebentar, sapa tau cepet redanya”</em> jawabnya, seraya bersandar ke tembok dinding parkiran.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pun sama, bersandar di tembok yang sama, di dekatnya, sangat dekat, sehingga bukan hanya hati kami yang beradu, melainkan juga tangan kami. Dua makhluk Tuhan begitu dekat denganku saat ini, rintik air hujan yang begitu mempesona dan Dinda kekasihku.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“apa aa tulus mencintai Dinda?”</em> Tanya nya dengan wajah yang sangan lembut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“he em, banget”</em> jawabku pasti, <em>“Dinda mau menungguku?”</em> tanyaku.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“iya a, sampe kapanpun” </em>katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">10 menit, 20 menit, satu jam berlalu, hujan masih sangat deras menyatukan raga kami, menyatukan raga yang saling tertaut, saling memiliki. Semuanya terasa begitu indah siang itu, seragam putih abu lusuh, tembok parkiran usang, tubuh lelah, perut lapar, hujan deras, aku, dia dan cinta sehidup sematiku untuknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Din, tambah deras hujannya”</em> kataku.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“he em, aa dah mau pulang?”</em> Tanya nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“terserah Dinda, aa ikut ja”</em> jawabku, padahal  aku sangat berharap dia memilih tetap menunggu reda, dan kami masih bersama lebih lama.</p>
<p style="text-align:justify;">90 menit, hujan tak sederas tadi, tetapi masih anggun menari-nari, langit sedikit terang, dan aku masih mencintainya. Kulihat jam di tangannya, pukul 15.30.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“kayaknya kita harus pulang”</em> suaranya lirih, tapi amat lekat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“yup, nggak pa-pa ujan-ujanan?pasti tetep basah, ntar sakit”</em>  aku berkata sambil memperlihatkan besarnya kekhawatiranku padanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“nggak pa-pa, khan ada aa”</em> senyumnya begitu mempesona.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika tadi aku menikmati tarian hujan yang indah dengan memandanginya, kali ini kunikmati dengan ikut menari bersama hujan, dengan Dinda.</p>
<p style="text-align:justify;">=====</p>
<p style="text-align:justify;">Koridor kelas ini tak seperti dulu, sudah banyak berubah, banyak hal baru di tiap sudutnya. 6 tahun berlalu sejak acara perpisahan itu digelar, tembok parkiran tak lagi usang, kelas 3 IPA 2 ku berganti jadi kelas 1-3, kelas 1-1 nya digunakan menjadi kelas 2 IPS 3, bel sekolah suaranya berubah menjadi lebih baik, dan hujan belum juga turun.. tetapi Dinda-ku tetap sama, tetap yang aku cintai.</p>
<p style="text-align:justify;">HP ku berbunyi tanda ada SMS masuk, saat kulihat layarnya tertera nama DINDA ISMAYA, kubaca pesannya singkat <em>“a, pa kbr? Maaf Dinda cm bs sms, nggk bs blang lngsung, tgl 16 bln dpn Dinda akan nikah, Dinda harap aa bs hadir”</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=356&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/09/20/nostalgia-sma-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Engkau Telah Cukup Untukku</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/09/03/ketika-engkau-telah-cukup-untukku/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/09/03/ketika-engkau-telah-cukup-untukku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 20:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[cukup]]></category>
		<category><![CDATA[engkau]]></category>
		<category><![CDATA[gombalers comunity]]></category>
		<category><![CDATA[ketika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Tatar Galuh, 03 September 2011 “Ya Allah, hari ini 03 September 2011 dua hambaMu yang dhaif mematri janji akan menuju Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaranMu pada saatnya nanti. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan Ridha dan MagfirahMu. Kami tahu, amat berat menghadapi taufan godaan dalam perjalanan kami. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=345&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tatar Galuh, 03 September 2011</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffff00;"><em><a href="http://vien16.files.wordpress.com/2011/09/flower5.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-350" title="flower5" src="http://vien16.files.wordpress.com/2011/09/flower5.gif?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><span style="color:#000000;">“Ya Allah, hari ini 03 September 2011 dua hambaMu yang dhaif mematri janji akan menuju Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaranMu pada saatnya nanti. Kami tahu, amat berat bagi kami untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan Ridha dan MagfirahMu. Kami tahu, amat berat menghadapi taufan godaan dalam perjalanan kami. Karena itulah kami datang padaMu untuk memohon rahman dan rahimMu” (<strong>kutipan dari sepenggal catatan kawan dalam blognya</strong>).</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Kenapa engkau diam?”</em> Tanya nya suatu saat ketika kami duduk berdua.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Nggak pa2”</em> aku tersenyum seraya lebih lekat menatap wajahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang biasa keadaan seperti ini terjadi pada kami, saat rindu telah menyesakkan dada, dan ketika bertemu maka tali diamlah yang menyatukan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam diam ada seribu bahasa yang kami cerna, <span id="more-345"></span>dalam diam aku bicara dan mendengar dengan kata-kata yang hanya dimengerti oleh hati yang saling tertaut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali tajam aku menatap matanya, tak ada hal istimewa dari sorot matanya itu, bahkan dibanding orang-orang yang selama ini aku kenal, tapi hatiku cukup yakin bicara “engkau telah cukup untukku”.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pandang paras wajahnya, sederhana.. tak sesempurna apa yang aku cari dalam pencarian nisbiku, tapi hatiku cukup yakin bicara “engkau telah cukup untukku”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kupejamkan mata, kueja setiap perhatian yang pernah dia berikan padaku. Biasa saja, tapi hatiku cukup yakin bicara “engkau telah cukup untukku”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kugenggam jemari tangannya, tak kutemukan apa-apa yang membuatnya berbeda dengan yang lain, tapi hatiku cukup yakin bicara “engkau telah cukup untukku”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kudengar suaranya, hanya suara manusia biasa tak lebih dari yang lain, tapi hatiku cukup yakin bicara “engkau telah cukup untukku”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam diam aku mencari alasan kenapa aku mencintaimu, mencari alasan kenapa aku memilihmu dan merelakan tangan-tangan tulus terputus dalam hidupku. Aku mencarinya dari sorot matamu, dari paras wajahmu, dari perhatianmu, dari jemari tanganmu, dari suaramu, dari segala tentangmu. Tak pernah kutemukan, engkau biasa saja, tapi hatiku sangat yakin bicara “engkau telah cukup untukku”. Cukup untuk menghentikanku di hatimu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> “sudah malam, aku harus pulang”</em> Kataku.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“he em”</em> dia mengangguk.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah, dalam diam aku dan dia telah mengobrol sangat banyak.</p>
<div>
<p style="text-align:left;">================================================</p>
</div>
<p>Tulisan ini didedikasikan khusus buat “engkau” dan temen-temen seperjuangan di g.com (“manajemen ideal humanis dengan pendekatan cinta” tak akan pernah mati kawan-kawan meski kita berdiri dalam posisi yang berbeda dari sebelumnya).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=345&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/09/03/ketika-engkau-telah-cukup-untukku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vien16.files.wordpress.com/2011/09/flower5.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">flower5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Adalah Pertandingan Yang Harus Kita Menangkan</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/08/06/hidup-adalah-pertandingan-yang-harus-kita-menangkan/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/08/06/hidup-adalah-pertandingan-yang-harus-kita-menangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 11:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[pertandingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[(Sebuah Jawaban) Hanya sebuah status kecil di FB yang saya tulis sekenanya saja Rabu 03 Agustus 2011, tanpa beban dan pemikiran yang wah kecuali keyakinan bahwa kalimat itu benar-benar mewakili sebuah kebenaran pemahaman yang (minimal) saat itu saya fikirkan.,  Nggak dikira bakal sedikit memunculkan adu argumen yang sedikit banyaknya membuat kepala ini berputar keras untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=339&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>(Sebuah Jawaban)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hanya sebuah status kecil di FB yang saya tulis sekenanya saja Rabu 03 Agustus 2011, tanpa beban dan pemikiran yang wah kecuali keyakinan bahwa kalimat itu benar-benar mewakili sebuah kebenaran pemahaman yang <em>(minimal)</em> saat itu saya fikirkan.,  Nggak dikira bakal sedikit memunculkan adu argumen yang sedikit banyaknya membuat kepala ini berputar keras untuk  memikirkan cara agar yang saya pahami tidak dicerna begitu saja oleh sahabat-sahabat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang mereka (sahabat-sahabat saya) send lewat coment-nya adalah keluhuran pemikiran dari tiap sudut pandang yang berbeda, mulai yang serius sampai yang guyonan nggak nyambung <em>(senyum mode on)</em> kalau saya baca semuanya berbobot pada takarannya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kang Adang</strong> (Pekerja keras asal Ciamis yang sedang berjuang menyusun kebanggaan dari keringat dan air mata sendiri di sebuah SD di Bekasi) dengan santainya bilang “<strong><em>Kalah g wios,nu pnting teu pecundang..</em></strong><strong><em> Leuwih hade tibtn pengecut:-)vish.</em></strong><strong><em>”</em></strong>.  Hehe, pemikiran yang begitu ringan, tapi sangat benar, karena kemenangan bukan berarti harus juara, kalahpun selagi kita berani maju untuk bertanding dengan sungguh-sungguh, itu sudah sebuah kemenangan, ketika saya jawab coment dia seperti itu dia bales <strong><em>“</em></strong><strong><em>Kan maksud aink eta he3</em></strong><strong><em>”</em></strong>. Coment selanjutnya dari dia hanya sebatas setuju dan nggak, mungkin satu-satunya coment yang sedikit saya suka hanya pembelaan kecil darinya <strong><em>“</em></strong><strong><em>Pguh urgge rieut he3..ning </em></strong><strong><em> di debat dina status btur,nu bogana w teu riweuh.</em></strong><strong><em> Bndung,tah lwt pasirminage tysa a..;-)</em></strong><strong><em>”</em></strong> heuheu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mas Jalal</strong> (Pak Ketum Triple C asal Lamongan, senior yang sangat saya hormati <span id="more-339"></span>di Triple C, Tiga Serangkai, Himatika dan PMII, sekarang mengabdikan diri menjadi dosen dan guru di Lamongan) Cuma ngasih coment “<strong><em>iya 30 0 ya Om&#8230;&#8230;&#8230;</em></strong><strong><em>”.,</em></strong> awalnya nggak ngerti maksudnya, ternyata skor akhir pertandingan 30-0, hehe., tidak mas, yang saya cari bukan skor akhir pertandingan tapi kepuasan batin, puas terhadap usaha dan apa yang diberikan Tuhan, bahkan ketika skornya terbalik menjadi 0-30.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kang Yudi</strong> (Kawan kecil sederhana, bukan siapa-siapa, hanya seorang yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sebagai tukang ojeg, tukang foto, tukang sablon. Dia senantiasa mengajari saya bahwa hidup ini harus punya mimpi, apa yang dia ajarkan bukan omong semata, dibalik keterbatasannya dia kuliah di Universitas Galuh) ngasih coment <strong><em>“</em></strong><strong><em>Hidup adalah perjuangan, menang/kalah sudah ada yg menentukan.. Tinggal qta bijak dlm menerima hsil akhir yg qta peroleh.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </em></strong><strong><em>”,</em></strong> benar kang, dan menerima hasil akhir yang kita peroleh itulah kang yang disebut KITA TELAH MENANG.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bu dian</strong> (teman seperjuangan yang mengumpulkan receh demi receh dari tiap tetes keringat setiap hari di sebuah sekolah yang katanya SSN) ngasih coment <strong><em>“</em></strong><strong><em>aku baikbaik saja.. aynmh ulah waka ngajak ribut omm ,pamali bisi batal puasana!!</em></strong><strong><em>”</em></strong> hehe, coment yang nggak perlu dikomentari di tulisan ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kang Jajang</strong> (tetangga rumah yang merantau ke Cirebon, menjalani proses ibadah mencari nafkah di Kota Udang pemikirannya selama ini sejalan, tapi kali ini sepintas agak beda, tetapi setelah ditelaah kita tetap sama heuheu) ngasih coment <strong><em>“</em></strong><strong><em>hdp adlh pertndngn,apa iya?brarti yg bsa mnang dlm hdp,sma halny dgn yg mnang dlm pertndngn.Yg mnang dlm pertndngn kan yg pastiny pny strtegi,yg pny kekuatan,yg pny back up kuat,yg pny modal bnyk,yg pny existensi tinggi dlm hdp.trus gmana yg gk punya kekuatn,gk punya strtegi,yg gk punya back up,yg gk punya andil dlm hdp,trtma ya gk pny modal,alias kere,alias melarat,yg bsany cma bkin sush org,bsanya bkin skt hti orng,dan bisanya menylahkn takdr?apa seprti itu org yg kalah pa?</em></strong><strong><em>”.</em></strong> yup betul kang., HIDUP ADALAH PERTANDINGAN, yg pny strtegi,yg pny kekuatan,yg pny back up kuat,yg pny modal bnyk,yg pny existensi tinggi dlm hdp <em>(copas kalimat akang)</em> memang dia yang menang, mau berargumen seperti apapun kita atas nama kemanusiaan, atas nama keadilan menganggap orang yg gk punya kekuatn,gk punya strtegi,yg gk punya back up,yg gk punya andil dlm hdp,trtma ya gk pny modal,alias kere,alias melarat,yg bsany cma bkin sush org,bsanya bkin skt hti orng,dan bisanya menylahkn takdr? <em>(sama ini juga copas dari akang)</em> yang menang, pasti tetap kalah argumen kita, karena pada kenyataannya di sekeliling kita memang orang yang tipe pertama lah yang menang atas orang yang tipe kedua. Dunia ini kejam kang, proses SELEKSI ALAM mutlak terjadi, siapa yang sanggup bertahan, siapa yang bisa beradaptasi dia yang akan terus hidup, dan siapa yang nggak bisa bertahan dia akan tergilas oleh perputaran waktu yang begitu cepat dan kalah dari orang lain. <strong>MAAF</strong> itu jika saya menjawab pertanyaan dari sudut pandang akang yang mungkin mengasumsikan status <strong>(Hidup Adalah Pertandingan Yang Harus Kita Menangkan )</strong> saya adalah pertandingan dengan orang lain, tidak kang, saya tidak mau berfikir ficik, pertandingan sesungguhnya adalah <strong>pertandingan melawan diri sendiri,</strong> semua orang punya derajat dan modal yang sama, tak peduli kere dan melarat di mata orang, selama dia bisa bertanding, mengalahkan hawa nafsunya dengan berusaha semaksimal mungkin dan bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan, percayalah kang <strong>DIA TETAP MENANG.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kang Ade</strong> (hehe profilnya udah sering saya ceritakan di tulisan-tulisan saya yang lain) ngasih coment <strong><em>“</em></strong><strong><em>Kde ah bsi kacaletot pikiran&#8230;&#8230;hidup ini adalah perlombaan, berlomba mendapat rohmat dan ridho Allah jadi antara kita dan Allah&#8230;&#8230;bukan perlombaan terhadap sesama manusia yang akan menimbulkan perpecahan, sehingga akan ada yang menjadi korban&#8230;&#8230;&#8230;</em></strong><strong><em>”</em></strong> dan coment <strong><em>“</em></strong><strong><em>Jangan selalu memanjakan dan membiasakan pada hal yang dianggap sepele, masalah yang terjadi kadang datang dari akar permasalahan terdahulu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Seorang guru sudah seharusnya menjadi suri tauladan bagi yang lain, waktunya untuk terlihat indah dengan wibawa &#8220;GURU&#8221;, digugu jeung ditiru, Urang teh urang sunda&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</em></strong><strong><em>”.</em></strong> Maaf sedikit agak ‘nyelekit kana hate’ pas bawa-bawa status“GURU” hehe,. Terlepas dari itu, benar kang comentnya saya setuju. Benar bahwa <strong><em>bukan perlombaan terhadap sesama manusia yang akan menimbulkan perpecahan, sehingga akan ada yang menjadi korban&#8230;&#8230;&#8230;</em></strong><strong><em> </em></strong>dan persepsi ini sudah saya pertebal di atas dengan kalimat <strong><em>“</em></strong><strong><em>hahaha.,ulah jadi sarasab atuch eum., BIASA WAE BIASA heuheu&#8230;, Pertandingan sesungguhnya adalah pertandingan melawan diri sendiri&#8230;</em></strong><strong><em> “.</em></strong> Tenang kawan, pertandingan dalam hidup tidak untuk <strong>menimbulkan perpecahan, sehingga akan ada yang menjadi korban&#8230;&#8230;&#8230;</strong><strong> </strong> “heuheu&#8230; kieu yeuh jang., mau kalah mau menang, selama kita &#8220;bertanding&#8221; dengan baik, maka kita sudah menang&#8230; karena hidup adalah pertandingan, maka tugas kita adalah <strong>BAGAIMANA CARA BERTANDING DENGAN BAIK</strong>&#8230;haha&#8230;” jadi nggak ada alasan bahwa status saya ‘kacaletot fikiran’ lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk yang hanya nge-like, hatur nuhun wae nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya dengan tetap bangga dan yakin saya tetap berteriak lantang <strong>HIDUP ADALAH PERTANDINGAN YANG HARUS KITA MENANGKAN</strong> titik. (mangga ah bade buka puasa heula hehe).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=339&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/08/06/hidup-adalah-pertandingan-yang-harus-kita-menangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena mimpi kita Bertahan hidup</title>
		<link>http://vien16.wordpress.com/2011/08/02/karena-mimpi-kita-bertahan-hidup/</link>
		<comments>http://vien16.wordpress.com/2011/08/02/karena-mimpi-kita-bertahan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 13:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pipin piniman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Conservation's]]></category>
		<category><![CDATA[bertahan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vien16.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[“untuk orang semacam kita, hanya mimpi dan harapanlah yang membuat kita bisa bertahan hidup” (aray-sang pemimpi).. Terkadang kita mengeluh, kemana takdir membawa kaki ini melangkah.. semakin terangkum dalam fikiran, keresahan semakin menjadi. Yup, kalo sudah seperti itu biasanya Cuma bisa tersenyum menertawakan diri sendiri. Bukan karena lucu, tapi karena “dilucu-lucukan” sendiri. Keluhan yang sia-sia, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=334&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><strong><a href="http://vien16.files.wordpress.com/2011/08/pi2n.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-335" title="pi2n" src="http://vien16.files.wordpress.com/2011/08/pi2n.jpg?w=125&#038;h=150" alt="" width="125" height="150" /></a>“untuk orang semacam kita, hanya mimpi dan harapanlah yang membuat kita bisa bertahan hidup”</strong></em> (aray-sang pemimpi)..</p>
<p>Terkadang kita mengeluh, kemana takdir membawa kaki ini melangkah.. semakin terangkum dalam fikiran, keresahan semakin menjadi. Yup, kalo sudah seperti itu biasanya Cuma bisa tersenyum menertawakan diri sendiri. Bukan karena lucu, tapi karena “dilucu-lucukan” sendiri.</p>
<p>Keluhan yang sia-sia, karena mengeluh atau tidak sebenarnya nggak pernah bisa menyelesaikan masalah, hasilnya sama masalah tetap nggak selesai, tapi dengan mengeluh kita merasa sedikit lega karena memang kodrati manusia adalah makhluk sosial, nggak pernah bisa hidup sendiri, bahkan sekedar untuk merasakan keresahan sendiri <span id="more-334"></span>manusia perlu orang lain untuk ikut ruwet dalam persepsinya.</p>
<p>Kenapa resah??? Karena manusia punya impian, manusia punya keinginan, punya harapan. Dan ketika mimpi itu belum terwujud atau setidaknya belum terlihat jalannya, maka manusia resah.</p>
<p>Lantas, apa harus kita meredam dan membuang segala mimpi kita agar keresahan tidak menghinggapi kita?</p>
<p>Pertanyaan yang terlampau sederhana kawan ^_^ karena kambing sekalipun punya keinginan..</p>
<p>Apa yang bisa kita andalkan untuk tetap bertahan hidup? Harta berlimpah kita tidak punya, jabatan dan kedudukan kita juga tidak punya, keluarga kaya raya juga tidak. Seorang kawan ketika kebetulan bertemu dan mengobrol di pinggir jalan pada suatu pagi ketika mau berangkat kerja bicara <em><strong>“Pin, kalo aku tidak punya mimpi aku nggak mau jadi tukang ojek, malu.. tapi aku punya mimpi, dan ini cara yang Tuhan berikan padaku untuk mewujudkan impian itu”</strong></em>.</p>
<p>Kawan, mimpi yang membuat kita punya semangat untuk terus berjuang hidup, mungkin mimpiku dan mimpimu berbeda, tak peduli kawan.. mimpi itu yang membuat kita sama-sama hidup hari ini untuk bersiap menjalani esok hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vien16.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vien16.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vien16.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vien16.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vien16.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vien16.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vien16.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vien16.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vien16.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vien16.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vien16.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vien16.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vien16.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vien16.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vien16.wordpress.com&amp;blog=6508700&amp;post=334&amp;subd=vien16&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vien16.wordpress.com/2011/08/02/karena-mimpi-kita-bertahan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b30ae7409d066515352f79f7d65b4fe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vien16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vien16.files.wordpress.com/2011/08/pi2n.jpg?w=125" medium="image">
			<media:title type="html">pi2n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
