//
you're reading...
Conservation's

Langit Senja Kita

“Met magrib chyank, do’a slalu bwt qta, do’a jg bwt keluarga qta, do’a untk stiap orang yg qta sayangi.. jaga diri ayank dsana baik2..sayang ma ayank..luph u”

Sms itu yg aku dapat setiap kali langit senja hampir padam, ketika adzan mulai berkumandang.. iya setiap kali.. setiap hari.

Hanya itu sementara tautan halal antara engkau dan aku., tautan yang bisa kita tembus ketika mawar-mawar yang kita tanam mulai kuncup., mulai merah menyala, tetapi belum mekar dan kita masih menunggu dengan setia.

“aku lelah” bisikmu suatu ketika.

“kenapa?” tanyaku, sapaan sepiku menembus sekat jarak yang kini terbentang.

“aku harus hidup dalam dua tanggung jawab yang besar.. Mengejar masa depan, dan melakukan kewajiban.. aku lelah jasadku di sini, tetapi hatiku jauh di sana” jawabnya.

“hmm.. sayang, mendekatlah kesini, sandarkan bahumu di pangkuanku, biarkan aku mengusir resahmu bersama belaian lembut jemariku di tiap helai rambutmu” pintaku.

Engkau mendekat, engkau menyandarkan kepala di pangkuanku, engkau memejamkan mata, mengatur tarikan nafas, mencoba menjatuhkan setiap sesak yang berati  kepalamu, berati bahumu, berati langkahmu, berati hatimu yang rapuh.. setitik.. setitik.. setitik.. pelan tapi pasti.

“sayang, aku dan kamu memiliki impian yang indah, saatnya nanti masa depanmu adalah masa depan keluarga kecil kita, kewajiban yang engkau jalani hari ini juga ladang kebahagiaan bagi rumah tangga kita.. jangan menghentikan keduanya kekasih, terus berjalan karena waktu tak bisa menunggu, karena kesempatan tak datang dua kali” suaraku mengiringi angin berdesir pelan, engkau menatap.. begitu teduh.

“tetapi, dalam perjalanannya aku tak bisa selalu menyeimbangkan langkah, ada saatnya aku lebih mengutamakan yang satu dibanding yang lain” engkau berbicara sepelan hembusan nafas-nafas kita.

Aku tersenyum, mencoba bukan menjadi pendengar.. tetapi mengisi hatimu yang sedang hampa, “semoga konsekuensi tersebut tidak mengurangi kemaslahatan bagi kita dan mereka”.

Engkau diam, aku juga diam.. dan waktu terus berjalan,.

Tentang pipin piniman

Hidupku menjalani hari demi hari.. sedang berusaha menjalani hari2 yang diberikan Tuhan.,menyampaikan amanat pada "mereka".,merangkak dari bawah.,belajar malam hari dan menyampaikannya siang hari..bukan mimpi ya dulu pernah dikejar,tapi meyakinkan diri ini yg terbaik. dan ternyata nggak segampang tertawa terbahak-bahak menjalani kehidupan itu., lebih susah dari yang dibayangkan.

Diskusi

2 Tanggapan to “Langit Senja Kita”

  1. luphh u,,,,sayang ayankk,,makasih banyak buat semua semangatnyaa….:)

    Posted by putriee christianti septia | Januari 12, 2012, 1:19 pm

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 

Januari 2012
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Arsip Pi2n

Pipin Piniman

kuraba tiap selasar malam, tiap ruas kelam di sudut-sudut ruang ini.. tak kutemukan. pada angin yang berhembus pelan, sedikit kujewantahkan kerinduan kepada sekeping hati yang bersedia menemani hingga nanti.

vienQ

Jika makna yang ingin kita sampaikan atau keindahan yang ingin kita ungkapkan menuntut kita untuk melanggar aturan, LANGGAR SAJA. Jika tidak ada kata yang tepat untuk mewakili ide yang kau pikirkan, CIPTAKAN SENDIRI atau AMBIL DARI MANA SAJA. Dan jika tata bahasa menghalangi ekspresi yang efektif, JANGAN PEDULIKAN TATA BAHASA (Kahlil Gibran)
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.