Ketika seorang sahabat di acara wisuda sarjana dan Diploma Universitas Trunojoyo bertanya padaku “Pin, bagaimana engkau akan melalui hidup setelah ini?”
Aku jawab “aku akan melalui hari demi hari”.
Hhh., terus berjalan, hanya itu yang kita tahu, karena kita belum menjalani hari esok maka kita tidak tahu apa yang akan kita temui. Tetapi setidaknya hidup kita adalah hari ini, dan esokpun akan segera menjadi hari ini beberapa saat lagi.
Setiap saat ketika aku menjalani hari ini, aku bertanya “apa sebenarnya yang aku cari?”, “apa yang aku kejar?”, “apa yang aku perjuangkan?”, apa yang ingin aku raih?”, jawabannya selalu tidak pasti. Aku jawab “untuk hari esok yang lebih baik…” sementara aku tidak tahu hari esok milik siapa.
Beberapa hari ini aku lelah, terus berjalan. Tetapi aku tetap nggak bisa tinggal terlalu lama pada hari ini yang akan segera berganti menjadi hari kemarin, aku masih harus menempuh hari esok yang selalu berganti jadi hari ini.
Hmm, tetapi aku lelah.. sementara waktu tak bisa menunggu. Aku mengerjakan sesuatu sebelum datang sesuatu yang lain. Aku mencoba menyelesaikan sesuatu untuk memulai sesuatu yang lain, aku menjalani hari ini untuk segera memulai hari ini yang lain.
Sesaat aku terkenang sahabat lamaku, ingin aku duduk berbagi secangkir kopi di remang Pelabuhan Timur sambil menikmati kerlip lampu Surabaya seraya bertanya padanya “Kawan, bagaimana engkau melalui hari setelah waktu itu? Aku disini masih menjalani hari demi hari”.
Diskusi
Belum ada komentar.