“Sama seperti manusia, ketika kaki sakit maka tangan yang mengusap, lidah yang mengaduh, mata yang menangis, hati yang merasa, otak yang berfikir bagaimana cara menyembuhkannya.. tak pernah ketika kaki kena penyakit lalu kita langsung potong dan buang. Saling menjaga dan merasakan satu sama lain. Begitu juga alam dan kehidupan, satu sama lain saling membutuhkan, bahkan ketika ada sesuatu hal yang salah tidak lantas dibuang dan ditumpas, melainkan dirangkul untuk dibenahi bersama. Kecuali apabila penyakit itu sudah kronis, dan akan menjalar kebagian lain, maka terpaksa harus diamputasi.. harus ditumpas.,” Begitu kira-kira yang dikatakan Pak Usep Komarudin, Ketua Kelompok kami dalam KMD (red : Kursus Mahir Pembina Pramuka Tingkat Dasar) Nasional ketika kami baru saja menyelesaikan Tugas Peta Pita di Area Kodim 0613 Kabupaten Ciamis. Beliau adalah Anggota Kodim 0613 yang bertugas sebagai Komandan Rayon Militer Cisaga dan kebetulan saat ini menjadi peserta KMD Nasional bersama kami.
Selama kurang lebih 1 minggu (28 Oktober-02 November 2011) 100 orang peserta, terdiri dari Utusan Kwartir Ranting, Saka Bhayangkara (Utusan Kepolisian), Saka Wirakartika (Utusan TNI), Utusan dari Lembaga Pemasyarakatan, Utusan DKC, Utusan Dinas-Dinas (Saka Kencana, Saka Wanabakti dll) mengikuti kegiatan KMD yang berpusat di Aula Kwarcab Ciamis dan Aula Kodim 0613, sebuah pemandangan yang luar biasa yang membangkitkan kebanggaanku pada PRAMUKA,. Ini mungkin tidak asing bagi kawan-kawan aktifis kepramukaan, tapi bagiku sebuah pengalaman menarik tentang semangat kepanduan. Teman-teman peserta dari lintas pekerjaan dan jabatan, dari beragam seragam dan kepangkatan, berbalut menjadi satu “seragam pramuka”. Sebuah kebersamaan yang terlalu istimewa buatku.
Selain materi-materi inti, disela kegiatan banyak perbincangan menarik tentang kehidupan, maklum beliau-beliau diterpa pengalaman yang jauh lebih hebat. Seperti halnya perkataan Pak Usep di atas ketika kami berbincang santai di serambi mesjid kodim tentang kesatuan NKRI.
Berbicara tentang alam dan kehidupannya, maka kita berbicara tentang wujud manusia, manusia dan alam terdiri dari satuan-satuan kecil yang berbeda jenis dan fungsinya, dan semuanya memiliki peran yang penting, menyatu menjadi sebuah sistem yang utuh, tidak adak satu saja satuan terkecil tadi, maka tubuh kita tidak utuh dan cacat serta sistem tidak akan berjalan optimal. Dalam tubuh manusia satuan terkecil itu berupa tetesan darah, potongan daging, lembaran kulit, jari, kaki, tangan, rambut dan bagian tubuh lainnya, maka dalam kehidupan satuan terkecil itu adalah aku, kamu, dia, ini, itu, makhluk hidup, makhluk tidak hidup dan bagian alam lainnya.
Apa kita bisa, hanya menaiki kursi berangkat dari satu tempat ke tempat lain?? Tidak kawan, bukan hanya kursi yang kita perlukan, melainkan besi, kaca, ban, bensin, mesin serta hal lain yang kita satukan membentuk sebuah sistem yang kita beri nama “mobil”. Dan yang unik, kursi juga ternyata terdiri dari potongan kayu, paku, busa, kulit, yang apabila tidak ada satu saja maka tidak akan menjadi “kursi” yang utuh. Belum selesai kawan, potongan kayu juga memerlukan satuan lain seperti gergaji untuk memotong, petani untuk menanam benih kayu, pupuk untuk membuatnya subur, tanah sebagai tempat menanam, air untuk menyiram dll. Lalu apakah pupuk satuan terpisah?? Tidak dia juga terdiri dari satuan-satuan kecil yang lain.
Satu elemen membutuhkan elemen lain, satu sistem memerlukan sistem lain. Ketika ditanya, mana yang disebut “manusia”?, kita tidak bisa menunjukan dada saja, tidak menyodorkan tangan saja, kepala saja, tetapi gabungan dari seluruh bagian badan kita dari yang terlihat secara fisik maupun yang tidak terlihat, baik yang jasmani maupun rohani.. Karena kesatuan utuh itulah yang dinamakan “manusia”.
Pada khakikatnya, Manusia adalah miniatur alam semesta. Ketika manusia tidak sempurna apabila salah satu bagian tubuhnya tidak ada, maka begitu juga dengan alam, sistem kehidupannya tidak akan berjalan optimal ketika salah satu dari satuan terkecilnya rusak dan hilang. Tidak ada hal lain yang HARUS kita lakukan, selain saling menjaga, saling menghargai, saling memberi dan menerima satu sama lain,kita tidak lebih penting daripada orang lain, kita tidak lebih penting daripada barang dan benda lain, tetapi kita, orang lain dan benda lain memiliki fungsi yang sama-sama penting dalam mewujudkan sistem alam semesta.
…bersambung.
Diskusi
Belum ada komentar.